Jakarta, Cinta dan Aku.

Senja temaram menggantung di sudut kota
Tanpa bias
Tanpa asa
Hanya ada Jakarta, cinta, dan aku
Berdiam tanpa makna di antara ilalang yang tegak menantang
Ingin kugapai bayangmu
Namun…
Genta kerinduan tak jua menyingkir dari hasrat.

Hanya ada Jakarta, cinta, dan aku
Mematung tanpa daya di sela-sela siluet kesepian
Mengais kenangan demi kenangan yang pernah tercipta lewat suara
Lalu menyusunnya menjadi satu impian yang tak terelakkan.

Hanya ada Jakarta, cinta, dan aku
Yang tak pernah henti merajut doa untuk masa depan
Bersama udara pagi yang tersaji dalam bening embun
Hingga tahta malam yang gemerlap bertabur cahaya
Dalam satu nyawa…
Jakarta, cinta, dan aku.

One thought on “Jakarta, Cinta dan Aku.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s