Upaya Uji Coba Rudal Arrow II Israel ternyata Gagal

rudal arrowUji coba sebuah misil sistem anti rudal bernama “Arrow-2” oleh Rezim Zionis Israel di AS menemui kegagalan. Kementerian Pertahanan Israel kemarin (Kamis,23/7) menyatakan, sistem anti rudal “Arrow-2” telah diujikan di pantai California, AS, namun sistem itu tidak bekerja akibat kerusakan teknis di bagian pencegat rudal. Arrow-2 merupakan rudal yang dirancang untuk mengcegat rudal-rudal balistik.

Proyek pembuatannya dilakukan atas kerjasama Perusahaan Industri Antariksa Israel dengan Perusahaan Boeing AS. Kementerian Pertahanan AS kemarin juga mengkonfirmasikan kegagalan uji coba tersebut.

Sebelumnya, Israel (16/7) juga telah menuntaskan serangkaian uji coba sistem pertahanan rudal Iron Dome, yang dirancang untuk mempertahankan Israel dari serangan rudal dan roket jarak dekat. Sistem Iron Dome terdiri atas radar, sistem pemantauan, peluncur, dan pencegat.

Pengembangan Arrow sekarang separuhnya dibiayai sekutu utama Israel, AS. Israel mengatakan negara itu telah melakukan lebih dari 12 uji coba Arrow yang berhasil dalam berbagai kondisi.

Israel menganggap Iran akan menjadi musuh utamanya setelah seruan berulang-ulang oleh Presiden Mahmud Ahmadinejad agar negara itu dihapus dari peta.

Israel, yang dianggap secara luas sebagai satu-satunya negara bersenjatakan nuklir di Timur Tengah, dan Washington menduga Iran sedang berupaya untuk mengembangkan senjata atom dengan berkedok sebagai program nuklir sipil, tuduhan yang Teheran berulang kali bantah.

Pada Maret, Iran mengatakan negara itu telah menguji coba dengan berhasil rudal udara-ke-laut dengan jarak 110 km. Pengumuman itu tiba beberapa hari setelah seorang komandan penting militer mengatakan Teheran memiliki rudal yang dapat mencapai fasilitas nuklir Israel.

Mohammed Ali Jafari, kepala Korps Garda Revolusi Iran, mengatakan Teheran memiliki rudal dengan jarak lebih dari 2.000 km, membawa seluruh Israel dalam jarak itu. Namun beberapa pengamat pertahanan mempertanyakan akurasi dari rudal jarak jauh Iran itu.

Pernyataan Jafari itu tiba di tengah spekulasi terus-menerus bahwa Israel, yang memiliki fasilitas nuklir di Dimona di padang pasir Negev, tempat negara itu diperkirakan secara luas mengembangkan arsenal nuklir, dapat menyerang pembangkit nuklir Iran.

Program Arrow, yang pertama kali diluncurkan 1988, ditingkatkan setelah Israel dihantam oleh 39 rudal Scud Irak selama Perang Teluk 1991, sehingga menewaskan dua orang dan mengakibatkan kerugian besar.

Israel telah mengembangkan senjata anti rudal, arrow II. Senjata ini baru diuji coba pada 5 januari lalu. Begitu pula senjata peluncur rudal dengan daya jelajah mencapai 500 km siap digunakan.

Amerika dalam hal ini juga turut campur. AS telah mengirim wakil khususnya, William Burns untuk menjaga dan mengawasi keamanan Israel pada masa Bush. Jerman juga berperan di Israel. Dengan dalih menghapus beban sejarah bangsa Yahudi di Jerman ketika dipimpin oleh Nazi. Kita telah mengetahui bahwa ketika itu Hitler memerintahkan anak buahnya untuk membunuh dan membasmi orang-orang Yahudi yang ada di Jerman. Istilah ini terkenal dengan nama “Holocaust”.

Mengapa Israel siap siaga? Kekhawatiran ini terjadi karena Israel tidak ingin kejadian tahun 1991 terulang lagi. Ketika AS dan sekutunya menyerang Irak, Irak membalasnya dengan membombardir Israel. Puluhan rudal scuud Irak melayang ke Israel. Di saat Irak hanya sendirian, Israel sudah ketakutan. Sayangnya kaum muslimin ketika itu tidak berpihak kepada Irak. Maka jadilah tanah Irak menjadi uji coba persenjataan tercanggih yang banyak menewaskan korban. Bagaimana sikap kita sekarang?

Sikap Kita Sangat disayangkan sikap kaum muslimin sekarang ini, khususnya negara-negara Arab. Mereka tidak mampu menghadang hegemoni AS di Timur Tengah. Mereka hanya mampu mengadakan konferensi-konferensi liga Arab yang mengeluarkan sebuah keputusan dan tidak ada realisasinya.(berbagai sumber)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s